KWT Desa Long Kemuat manfaatkan limbah menjadi pupuk organik padat

1773614552567.jpg

Desa Long Kemuat, 15 Maret 2026. 

Sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan dan mengurangi limbah rumah tangga, Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai daerah termasuk Desa Long Kemuat melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik padat (Bokashi). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai langkah pemberdayaan perempuan untuk menciptakan pupuk mandiri yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Pembuatan pupuk organik padat (kompos/bokashi) melibatkan fermentasi bahan organik seperti kotoran ternak, sisa tanaman, dan dedak, dengan bantuan mikroorganisme (EM4) selama 1-4 minggu di tempat teduh. Campuran diaduk merata, menjaga kelembapan, ditutup rapat, dan dibalik berkala hingga berwarna coklat gelap, beraroma tanah, dan dingin. 

Mengapa Pupuk Organik Padat?

Pupuk organik padat (kompos/bokashi) terbuat dari bahan organik yang didekomposisi, seperti kotoran hewan, sampah dapur, dan dedaunan. Keunggulan pupuk ini antara lain:

Bahan Utama dan Komposisi:

Kotoran ternak (ayam) sebagai sumber Nitrogen.

Bahan karbon: sekam padi, serbuk gergaji, atau jerami kering.

Dedak padi (sumber energi mikroba).

Bioaktivator: EM4 (Effective Microorganisms 4).

Molase (tetes tebu) atau gula merah sebagai makanan mikroba. 

Langkah-langkah Pembuatan:

Persiapan: Campurkan kotoran ternak dengan bahan organik lainnya secara merata.

Aktivasi EM4: Larutkan EM4 dan molase ke dalam air, biarkan 10-15 menit.

Pencampuran: Siramkan larutan EM4 ke atas campuran bahan organik secara perlahan sambil diaduk rata hingga kadar air mencapai 

 60% (jika diremas, tidak air menetes, tapi bahan menggumpal).

Fermentasi: Tumpuk bahan (ketinggian 1-1,5 m) dan tutup rapat menggunakan terpal/karung goni di tempat yang tidak terkena hujan/sinar matahari langsung.

Pembalikan: Lakukan pembalikan setiap 3-7 hari sekali untuk menjaga suplai oksigen dan menurunkan suhu.

Pematangan: Pupuk matang dalam 1-2 minggu (lebih cepat dengan 10 cc EM4 per liter air). Tandanya adalah warna hitam kecoklatan, suhu dingin, dan bau tidak menyengat (seperti tanah). 

Keunggulan Pupuk Organik Padat:

Ramah Lingkungan: Memanfaatkan limbah menjadi bernilai ekonomis.

Struktur Tanah: Memperbaiki struktur tanah dan menyuburkan tanah. Pembuatan pupuk ini menjadi salah satu upaya dalam pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Bagikan post ini: